Minggu, 15 Juli 2018

Desa cantik nan asri di iyashi no sato Jepang







Iyashi No Sato atau sering disebut dengan Nenba Hama adalah desa yang terletak di sisi barat tepi Danau Saiko. Desa ini termasuk ke dalam desa tradisional paling terkenal di Jepang bersama dengan Shirakawago yang ada di Gifu dan Boso no Mura di Chiba. 

Disini Kita bisa melihat rumah dan bangunan tradisional Jepang dengan jerami dan anyaman bambu sebagai atap dan dindingnya. Ini adalah tempat “pelarian” bagi orang-orang Jepang maupun wisatawan dari segala kesibukan kota dan ingin kembali merasakan suasana desa yang tenang dan asri.

Perpaduan Gunung Fuji dan Danau Saiko berpadu menjadi satu pemandangan yang tidak akan terlupakan saat kita mengunjungi Iyashi No Sato. Di Iyashi no Sato, ada juga toko kostum dimana kita bisa mencoba berpakaian seperti orang Jepang jaman dahulu. Ada pilihan mengenakan kimono atau juga yoroi (pakaian pasukan jaman dahulu). 

Iyashi No Sato sering juga disebut sebagai Kampung Segar atau Healing Village. Suasana yang asri, perpaduan pepohonan dan air danau, serta sejuknya udara di area pegunungan Gunung Fuji membuat kita bisa beristirahat di sini. Buat teman-teman yang sedang mengunjungi Gunung Fuji dan punya waktu minimal 4-6 jam (setengah hari), saya sarankan untuk mengunjungi desa ini.


Desa ini kemudian dijadikan museum terbuka yang menjelaskan kebudayaan dan kehidupan penduduk sekitar. Di sini kita bisa melihat rumah-rumah tradisional Jepang yang disulap menjadi toko oleh-oleh, museum, restoran, workshop, dan juga galeri. Kita bisa mencoba membuat sendiri kertas tradisional washi dari kulit pohon dan bambu atau membuat soba (sejenis mie) khas wilayah Fuji. Jangan lewatkan juga mencoba menu lokal khas Yamanashi yakni Hoto (mie lebar yang dimasak dalam kuah miso dengan sayuran) dan mie soba yang lezat.

Perjalanan kami mengelilingi tempat wisata di Fuji- Kawaguchiko dimulai dengan mengunjungi Healing Village (Iyashi no-Sato Nenba). Di sana, saya bisa melihat indahnya rumah-rumah tradisional Jepang yang masih dipertahankan bentuk aslinya. Di sana juga terdapat tempat untuk menyewa yukata dan baju samurai dengan harga sewa 500 yen saja. Masih ada juga toko oleh-oleh yang menjual aneka kerajinan tangan dan pajangan rumah berbahan kayu, keramik, dan juga kartu-kartu ucapan. Di ujung desa, kita bisa mengunjungi galeri yang memajang aneka patung atau pajangan dinding berbahan dasar kayu, senjata samurai, boneka Tsurushi Kazari, dan juga pakaian kimono atau yoroi tradisional yang dibuat di Iyashi no Sato. Tenang, kita boleh kok mencobanya dan mengambil foto. Lumayan, kenang-kenangan sebagai seorang samurai Jepang, hehe.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar