Minggu, 24 Juni 2018

Berlapis Emas, Mewahnya Golden Pavilion (Kinkakuji) Kyoto


Seperti yang kita tau, Jepang memiliki banyak kuil yang unik dan layak untuk dikunjungi. Salah satunya, Kinkaku-ji Temple. Dibanding kuil yang lain, Kinkaku-ji Temple yang berlokasi di Kyoto ini terbilang agak unik.
Dari segi fisik, bangunan ini memang terlihat amat terawat. Namun dibalik gedung yang masih terlihat cantik itu, ternyata tersimpan sejarah yang

cukup panjang dibalik keunikan bangunan kuilnya. Tercatat, kuil indah ini didirikan pada 1397 oleh Shogun ketiga era Zaman Muromachi, Asahikaga Yoshimitsu. Kala itu kuil ini diberinama sebagai kuil Zen.
Dimasa kini, Kinkaku-ji temple sudah masuk dalam jajaran situs warisan budaya dunia. Oleh karenanya, tak heran bila tempat yang satu ini dijadikan objek wisata, dan hampir selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan yang berasal dari berbagai negara.
Objek wisata yang satu ini adalah sebuah bangunan kuil 3 lantai, yang berdiri megah di pinggir danau. Meskipun masih cukup terpelihara dan kokoh berdiri, para wisatawan tidak diperbolehkan untuk memasuki bangunan kuil, dan hanya boleh mengamati keindahan kuil ini dari seberang sisi danau.
Anda dapat menikmati keindahan kinkaku-ji temple dan keasrian lingkungan sekitar bersama-sama dengan pengunjung lain. Saat sedang berkeliling, bisa kok curi-curi kesempatan untuk berfoto di spot yang menurut saya keren semua...



 Sejarah Banguan Kuil Kinkakuji Yang Memiliki Lapisan Emas

Kinkaku-ji Temple memiliki beberapa nama. Diantaranya kuol Rokuon, ataupun juga Gold Pavilion. Pemberian nama “Gold Pavilion” bukanlah sembarang pemberian nama. Tetapi, ini didasarkan pada dinding bangunan yang memiliki lapisan kertas emas di lantai 2 dan lantai 3 kuil.
Sebenarnya bangunan asli gedung sudah hancur saat kebakaran di tahun 1950 silam. Meskipun begitu, para arsitek jepang berhasil membangun kembali kuil ini di tahun 1955 dengan gaya arsitektur Hogyo dan memasangkan atap berbentuk piramida.

Hingga kini, kertas emas ini masih tetap terawat dan terjaga. Oleh karenanya, tak mengherankan bila kuil ini terlihat begitu cemerlang, terlebih bila bangunan ini diamati ditengah siang hari yang cerah. 

Minggu, 17 Juni 2018

WARNA WARNI DI ASHIKAGA FLOWER PARK, 
TOCHIGI JAPAN

Taman Bunga Ashikaga adalah sebuah taman bertema bunga yang berlokasi di Kota Ashikaga, Prefektur Tochigi. Di sini bermekaran bunga-bunga musiman seperti Rhododendron, Azalea, Mawar, Hydrangea dan Wisteria. Di Taman Bunga Ashikaga, setiap tahun diciptakan delapan tema dan satu tema bunga terbaik musim itu dipajang di dalamnya.
Salah satu daya tarik taman tersebut adalah bunga Wisteria pada musim semi. Festival Wisteria diselenggarakan setiap tahun selama satu bulan dimulai dari pertengahan bulan April dan berakhir pada pertengahan bulan Mei. Di festival ini ditampilkan maha karya yang disebut “Terowongan Wisteria” yang berisi sekitar 350 bunga Wisteria dengan panjang lebih dari 80 meter. Selain itu, diselenggarakan pula acara pencahayaan yang sangat terkenal mulai akhir bulan Oktober.
Di taman tersebut terdapat restoran-restoran serta toko-toko cendera mata, dan Anda bisa membeli hadiah berupa bunga dari toko-toko bunga untuk Anda bawa pulang.

Jam Buka dan Biaya Masuk
Jam buka taman tersebut tergantung musim. Dari awal bulan Maret sampai akhir November jam bukanya adalah dari pukul 9:00 sampai 18:00. Dari akhir November sampai awal Maret, taman itu dibuka dari pukul 10:00 sampai 17:00. Di samping itu, jam bukanya mungkin berubah-ubah untuk acara seperti pencahayaan atau Festival Wisteria. Biaya masuk tergantung musim dan bunga yang sedang mekar, tetapi umumnya berkisar antara 300 yen hingga 1.700 yen untuk dewasa dan 100 yen hingga 800 untuk anak-anak dari mulai usia empat tahun sampai usia SD. Anda bisa memeriksa jam buka dan biaya masuknya di situs resmi taman tersebut untuk hari kunjungan kamu, 
Tidak ada hari libur reguler, tetapi taman itu ditutup pada hari Rabu dan Kamis ketiga di bulan Februari dan pada tanggal 31 Desember. Di samping itu, ada pula saat di mana taman itu mungkin ditutup guna pemeriksaan fasilitas.

Akses
Untuk mudahnya, naik kereta menuju ke Taman Bunga Ashikaga. Stasiun terdekat ke taman itu adalah Stasiun Tomida pada JR Ryoumou Line. Dengan berjalan kaki dari stasiun tersebut, diperlukan waktu sekitar 13 menit. Terdapat shuttle bus dari Stasiun Kota Ashikaga di Jalur Tobu Isesaki menuju ke taman itu, jadi ini pun pilihan yang mudah. Jika Anda naik bus, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk tiba di taman. Anda bisa memeriksa jadwal bus di situs web berikut 






Berikut Foto - Foto Narsis Kita yang Sayang Banget dilewatkan...




Minggu, 10 Juni 2018

Menikmati kehijaun pohon di novus giri puncak

Novus Giri Resort & Spa adalah salah satu villa atau hotel berbintang empat di kawasan wisata puncak. Villa ini telah lama menjadi pilihanan favorit bagi kelluarga karena memiliki pemandangan sekitar yang sangat indah. Novus Giri Resort & Spa dikelilingi perkebunan teh hijau di Puncak dan Taman Cibodas dimana terdapat banyak bunga-bunga harum khas Indonesia. Novus Giri Resort & Spa memiliki 112 kamar dan suite yang memiliki view pemandangan Gunung Gede.
Novus Giri Resort & Spa menawarkan villa dengan pemandangan lembah dari atas balkon. Sungguh sangat nyaman bersantai di balkon villa menikmati panorama alam sambil menyeruput minuman hangat. Villa dengan view kolam renangnya pun tidak kalah menawan. Kolam renang dengan bentuk lekuk yang cantik ini dikelilingi suasana alam yang masih asri. Mengundang hasrat untuk menceburkan diri di kolam yang jernih ini.

Fasilitas Novus Giri Resort & Spa

Fasilitas yang menawan dari Novus Giri Resort & Spa selain balkon villa yang menyajikan panorama indah adalah kolam renangnya yang istimewa. Fasilitasnya sangat cocok untuk keluarga. Terdapat kolam renang anak dan juga fasilitas bermain anak.

Lokasi Novus Giri Resort & Spa

Novus Giri Resort & Spa beralamat di Jl. Sindanglaya Raya No. 180 Puncak West Java, Cipanas, Puncak, Indonesia. 
Beberapa bulan lalu tanggal 29 Agustus 2015 ngajak Kelvin main ke Taman Safari Indonesia yang terletak di Puncak Jawa Barat, sebenarnya ayah Kelvin kurang suka jalan ke Puncak jadi ini untuk pertama bagi saya bawa Kelvin nginep ke Puncak. Browsing penginapan sana-sini untuk cari yang paling bagus dan nyaman tentunya buat Kelvin, karena mau main ke Taman Safari jadi awalnya cari yang dekat TSI tapi hotel Pesona Alam full booked untuk ditanggal tersebut. Akhirnya dapet di Novus Giri Resort and SPA Puncak yang terletak di Cipanas, memang lumayan agak jauh tapi sangatlah worth it untuk harga yang aku bayar untuk semalamnya.

Kali ini kelupaan untuk request tempat tidurnya jadilah dapat kamar yang tempat kamarnya double bed, jadilah sebelum tidur ayahnya geret-geret kasur buat digabungkan biar Kelvin kalau tidur gak glundung. Dapet kamarnya agak jauh dari lobby tapi lebih dekat ke Rabbit Village jadi lebih enak pas kalau bawa jalan-jalan Kelvin main kesana. Niatan mau spa pas sampai disana tapi apalah daya, niatan hanya tinggal niatan saja. Kalau untuk bawa anak anak, Novus Giri Resort and Spa ini sangat cocok, karena selain ada Rabbit Village juga terdapat playground yang didadalamnya banyak sekali kegiatan anak yang bisa untuk diikuti, selain itu juga ada flying fox dan tentunya kolam renang.

Waktu itu pesan kamar via Agoda dan seingat saya semalamnya itu sekitar lima ratusan ribu persisnya lupa, ini sudah include sarapan. Makanan yang dihidangkan juga lumayan dan untuk minuman juicenya juga ada beberapa varian.

Ini ruang mezanin yang bikin homey banget begitu masuk menuju kamar, kebetulan kamar saya ada dilantai bawah mezanin ini. Kebetulan waktu di foto memang kososng tapi pas malam penuh banyak yang lagi ngobrol disitu mulai dari muda-mudi juga keluarga.

Setelah check in kamar, aku bersih-bersih dulu setelah itu mengajak Kelvin main ke Rabbit Village, waktu pesan kamarnya memang sudah tau sih kalau disini itu ada Rabbit Village makan memilih tempat ini untuk liburan kami. Kelvin tentu saja senang melihat kelinci-kelinci berlarian ditaman, saya pun langsung mencari wortel untuk diberikan kepada Kelvin agar dia bisa memberikan makan ke kelincinya. Hal yang selalu bikin saya tertawa lucu setiap Kelvin sedang memberikan makan kelinci adalah wortelnya ditarik kembali olehnya sehingga terjadi tarik menarin antara Kelvin dan kelinci. Dia juga terkadang menggoda ibunya dengan akting memakan wortel tersebut tapi pura-pura doangan sih sebenarnya.
Bersiap untuk sarapan, cuma bundanya Kelvin doang yang kinclong akibat lupa bawa baju santai, sekalian ngajak Kelvin keliling di Novus Giri Resort and SPA. Sebenarnya mau main kuda tapi Kelvin gak mau naik karena mungkin dia geli kena bulu kudanya, dia juga pengen banget megang kudanya tapi takut disuruh naiknya.

Minggu, 03 Juni 2018


Si Kuning nan cantik di Ladang Bunga Marigold Bali

Ladang Marigold ini sendiri letaknya berada di Desa Belok, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali Indonesia.
Letaknya berada di areal tinggi pegunungan dengan kontur jalannya berbukit serta memiliki pemandangan indah khas perbukitan.
Lokasinya bisa anda akses sekitar 1 jam berkendara, dengan menyusuri rute jalan menuju Kintamani jika dari arah Bedugul.

DAYA TARIK WISATA LADANG BUNGA MARIGOLD BALI

Nama ladang bunga Marigold sendiri bagi warga masyarakat sekitarnya biasa disebut Kebun Bunga Gemitir.
Bunga ini telah lama dibudidayakan masyarakat sekitar, dan telah menjadi sumber mata pencaharian berupa Ladang Bunga Marigold Bali.
Fungsi dari bunga Marigold ini sendiri adalah sering digunakan dalam kegiatan ritual acara keagamaan masyarakat adat Hindu Bali.
Bunga Gemitir ini biasanya digunakan pada rangkaian acara pemujaan dan untuk sesajen yang biasanya dicampur dengan beras dan dupa.
Selain itu Ladang Bunga Marigold Bali juga cukup populer dengan julukan ladang bunga Calendula.
Bunga Marigold memiliki nama latin “Tageter Erecta“, adalah sejenis bunga yang berasal dari Amerika Tengah, tepatnya Mexico.
Bunga ini cukup unik, selalu tumbuh di tiap awal bulan, sehingga sesuai dengan namanya “Marigold” yang berarti “Tiap sepanjang bulan“.
Bunga gemitir sangat cocok ditanam pada iklim tropis dan dataran rendah sampai pada tinggi dengan suhu udara yang sejuk, berkisar antara 28-30 derajat Celsius.
Tanaman Gemitir ini konon mampu menghasilkan produksi bunga sekitar 0,9 – 1kg per pohon. Dan dapat dipanen selama 15-20 kali setiap 3 hari.
Bunga ini selalu berbunga sepanjang tahun, bahkan pada saat musim panas sekalipun, bisa tumbuh dengan baiknya.
Bunga Marigold ini kemudian dibudidayakan karena masa panen yang cepat dan permintaannya rutin dan harganya bagus.
Nah sahabat berikut adalah beberapa alasan yang manjadikan anda harus mengunjungi obejek wisata ladang bunga calendula/marigold di desa Belok Bedugul Bali ini.

TEMPAT WISATA DI BALI YANG INSTAGRAMABLE

Ladang Marigold di Desa Belok ini sangat luas sekali sekali, karena memang merupakan ladang perkebunan bunga milik warga sekitar.
Kawasan ladang bunga ini sukses mencuri perhatian netizen di media sosial, karena sejumlah penampakan foto-fotonya yang diunggah di sana.
Foto tersebut adalah berupa eksotisme hamparan bunga marigold yang berwarna kuning keemasan yang tampak keluar di sela hijau batang dan daunnya.
Pemandangan tersebut memang telah mengundang banyak orang untuk datang ke sini dan mengabadikan serta menguploadnya di medsos seperti instagram.
Banyak wisatawan yang sengaja turun dari kendaraan mereka ketika hendak berwisata ke kawasan wisata bedugul ataupun Kintamani.
Hal tersebut bisa dilakukan karena Ladang Bunga Marigold Bali ini berada membentang di sepanjang sisi kanan kiri jalan raya yang menghubungkan kedua tempat tersebut.

Cara Menuju Ladang Bunga Marigold Bali
Ladang ini membentang di sepanjang jalan raya di kedua sisi antara Bedugul dan Kintamani. Lokasi ladang bunga margold lebih tepatnya adalah sebelum lokasi kebun raya. Jika Anda telah sampai di kawasan Bedugul, maka cari jalan ke arah Desa Belok, buka ke arah Tabanan. Setelah melewati kawasan pedesaan di daerah ini, Anda akan menemukan sebuah kawasan perkebunan bunga yang terhampar luas dan sangat indah dilihat mata.

Karena lokasinya tepat di tepi jalan maka tak dikenakan tiket masuk. Pengunjung yang ingin mengambil foto diperbolehkan asal tidak merusak, menginjak ataupun memetik bunga untuk acara sakral ini. Jadi, hati-hati ya guys kalau berkunjung ke sini. Jangan sampai malah nanti malah merusak kindahan bunga-bunga yang ada di sana.