Minggu, 22 Juli 2018

Kembali Ke Zaman Edo di Edo Wonderland


Edo Wonderland Nikkko Edomura adalah sebuah taman bermain sejarah yang dibangun untuk kamu yang ingin merasakan langsung budaya dan kehidupan dari periode Edo (1603 - 1868). Berlokasi di Nikko, Prefektuf Tochigi, taman bermain ini tidak hanya dari segi arsitekturnya saja yang dibuat menyerupai periode Edo, tetapi hingga para staff-nya pun mengenakan busana khas periode Edo dan berakting seolah-olah mereka hidup di zaman tersebut.

Tetapi selain digunakan sebagai tempat wisata, Edo Wonderland ini juga populer sebagai tempat shooting film-film bertema Jepang lama seperti film samurai, lho. Mungking kamu akan berkesempatan melihat proses syuting film ketika bermain di sana. Asyik bukan?

Banyak tempat menarik yang dapat kamu kunjungi di sana seperti; menara pengawas untuk mengawasi kebakaran di kota Edo di mana banyak terjadi kebakaran, jembatan Nihonbashi yang di bawahnya dilewati Yakatabune (perahu), dan bangunan lainnya yang mewakili simbol kota pada periode Edo. Selain itu juga terdapat teater di mana kamu bisa menikmati drama yang menampilkan Ninja, Oiran, dan masih banyak lagi.


Edo Wonderland memiliki berbagai macam aktivitas yang dapat diikuti oleh pengunjung, seperti :
 Konya Dyer’s Shop

Pada periode Edo, mewarnai kain menggunakan indigo (kon dalam bahasa Jepang) banyak dilakukan oleh masyarakat. Pengunjung dapat mencoba proses mewarnai di sini. kamu juga dapat menggambar desain apa saja yang diinginkan pada sapu yangan putih, kemudian mewarnai pola-polanya ke dalam kain dengan pewarna indigo yang terang. Setelah dicuci kamu hanya tinggal menunggunya hingga kering. Hasil karyanya bisa kamu bawa pulang untuk dijadikan kenang-kenangan. 


Edo-Style Kimono and Costumes


Inilah kesempatanmu untuk menjadi penduduk Edo yang sesungguhnya. Ada berbagai macam peran yang bisa kamu pilih dengan menyewa aneka kostum, mulai dari kostum gadis biasa, samurai, Shinsen-gumi, pedagang, ninja, Geisha, Oiran, detektif, dan banyak lagi dengan harga sewa yang bervariasi.

Untuk zona teater, Edo Wonderland memiliki 6 teater yang uniknya, masing-masing memiliki tema yang berbeda dan tentu saja menampilkan pertunjukan yang berbeda-beda namun masih memiliki tema kehidupan pada periode Edo.


Grand Ninja Theater
Teater ini termasuk salah satu teater favorit di Edo Wonderland. Di teater ini kamu dapat melihat para ninja memamerkan berbagai trik dan menampilkan para aktor yang bermain dalam film “The Last Samurai”. Untuk kamu yang tidak mengerti bahasa Jepang, kamu tidak perlu khawatir, kok. Karena kamu masih bisa menikmati aksi berkelahi para ninja ini.



Traditional Japanese Permorming Arts Theater dan Traditional Japanese Culture Theater

Untuk kamu yang lebih suka pertunjukan dengan tema budaya tradisional, kamu bisa menonton pertunjukan di dua teater ini, di mana geisha dan oiran (penghibur kelas atas) menampilkan beberapa pertunjukan yang menarik.






Ryogoku-za Traditional Theater
Teater ini menampilakan pertunjukan seni gambar bayangan yang sudah berlangsung sejak 200 tahun silam. Animasi Jepang begitu meningkat hingga memperoleh jumlah penggemar yang tak terhitung di seluruh dunia. Animasi Jepang pertama kali muncul sekitar 200 tahun lalu pada pertunjukan gambar bayangan masa Edo. Muncul dari kegelapan, gambar yang ditampilkan pada layar kertas tradisional tampak menari dan bergerak dengan menggunakan berbagai trik, membuat penonton penasaran dan semakin masuk ke dalam cerita. Pada saat cerita selesai, kamu akan merasa seperti masyarakat lokal masa Edo.

The Magistrate of Kitamachi
Merupakan teater tentang pengadilan yang dilakukan oleh hakim superstar, Toyana-no-Kinsan.








Minggu, 15 Juli 2018

Desa cantik nan asri di iyashi no sato Jepang







Iyashi No Sato atau sering disebut dengan Nenba Hama adalah desa yang terletak di sisi barat tepi Danau Saiko. Desa ini termasuk ke dalam desa tradisional paling terkenal di Jepang bersama dengan Shirakawago yang ada di Gifu dan Boso no Mura di Chiba. 

Disini Kita bisa melihat rumah dan bangunan tradisional Jepang dengan jerami dan anyaman bambu sebagai atap dan dindingnya. Ini adalah tempat “pelarian” bagi orang-orang Jepang maupun wisatawan dari segala kesibukan kota dan ingin kembali merasakan suasana desa yang tenang dan asri.

Perpaduan Gunung Fuji dan Danau Saiko berpadu menjadi satu pemandangan yang tidak akan terlupakan saat kita mengunjungi Iyashi No Sato. Di Iyashi no Sato, ada juga toko kostum dimana kita bisa mencoba berpakaian seperti orang Jepang jaman dahulu. Ada pilihan mengenakan kimono atau juga yoroi (pakaian pasukan jaman dahulu). 

Iyashi No Sato sering juga disebut sebagai Kampung Segar atau Healing Village. Suasana yang asri, perpaduan pepohonan dan air danau, serta sejuknya udara di area pegunungan Gunung Fuji membuat kita bisa beristirahat di sini. Buat teman-teman yang sedang mengunjungi Gunung Fuji dan punya waktu minimal 4-6 jam (setengah hari), saya sarankan untuk mengunjungi desa ini.


Desa ini kemudian dijadikan museum terbuka yang menjelaskan kebudayaan dan kehidupan penduduk sekitar. Di sini kita bisa melihat rumah-rumah tradisional Jepang yang disulap menjadi toko oleh-oleh, museum, restoran, workshop, dan juga galeri. Kita bisa mencoba membuat sendiri kertas tradisional washi dari kulit pohon dan bambu atau membuat soba (sejenis mie) khas wilayah Fuji. Jangan lewatkan juga mencoba menu lokal khas Yamanashi yakni Hoto (mie lebar yang dimasak dalam kuah miso dengan sayuran) dan mie soba yang lezat.

Perjalanan kami mengelilingi tempat wisata di Fuji- Kawaguchiko dimulai dengan mengunjungi Healing Village (Iyashi no-Sato Nenba). Di sana, saya bisa melihat indahnya rumah-rumah tradisional Jepang yang masih dipertahankan bentuk aslinya. Di sana juga terdapat tempat untuk menyewa yukata dan baju samurai dengan harga sewa 500 yen saja. Masih ada juga toko oleh-oleh yang menjual aneka kerajinan tangan dan pajangan rumah berbahan kayu, keramik, dan juga kartu-kartu ucapan. Di ujung desa, kita bisa mengunjungi galeri yang memajang aneka patung atau pajangan dinding berbahan dasar kayu, senjata samurai, boneka Tsurushi Kazari, dan juga pakaian kimono atau yoroi tradisional yang dibuat di Iyashi no Sato. Tenang, kita boleh kok mencobanya dan mengambil foto. Lumayan, kenang-kenangan sebagai seorang samurai Jepang, hehe.





Minggu, 08 Juli 2018

The Best View at "Kegon Waterfall" Nikko Japan



Air terjun Kegon (
華厳の滝, Kegonnotaki) adalah salah satu dari 100 air terjun terbaik di Jepang, dan salah satu yang termasuk sebagai tiga besar air terjun paling terkenal di Nikko, dan juga tiga besar air terjun paling terkenal di Jepang. Bahkan, Air Terjun Kegon merupakan air terjun yang paling terkenal di Jepang. Air terjun ini berada di sebuah lokasi bernama Okunikko (奥日光) di Propinsi Tochigi. Air Terjun Kegon memiliki ketinggian 97m(326 kaki) dan lebar 7m. Airnya datang dari Danau Chuzenji (中禅寺湖), dan volume air terjunnya adalah 2 ton per detik. Kadang-kadang volumenya bertambah secara signifikan setelah turun hujan besar. Air Terjun ini jatuh lurus dari ketinggian 97m dan memiliki pemandangan yang sangat indah. 

Air terjun ini merupakan salah satu yang terbaik di Jepang. Ada 12 cabang air terjun di titik tengahnya. Kegon notaki merupakan kombinasi dari semua air terjun kecil tersebut menjadi sebuah pemandangan yang indah. Tidak hanya termasuk sebagai tiga besar Air Terjun terbaik di Jepang, tetapi juga merupakan satu keajaiban alam terbaik Jepang. Air Terjun ini ditemukan oleh seorang biksu Buddha, yang kemudian menamakan air terjun ini dengan sebuah nama yang berhubungan dengan agama Buddha "Kegonkyo." 

Ada dua buah dek observasi berbayar di atas dan di dasar air terjun. Biasanya pengunjung penuh pada akhir minggu sehingga mungkin Anda akan kesulitan menemukan tempat parkir. 

Air Terjun Kegon berlokasi di Danau Chūzenji (mata air Sungai Oshiri) di Taman Nasional Nikkō di kota Nikkō, Propinsi Tochigi,Jepang. Air Terjun ini terbentuk saat aliran Sungai Daiya dibelokkan oleh aliran lava. Kira-kira ada 12 air terjun yang lebih kecil di belakang dan di samping Air Terjun Kegon, yang airnya mengalir melalui celah-celah pegunungan dan aliran lava. 
Dengan ketinggian 97 m, Air Terjun ini merupakan salah satu dari 3 Air Terjun tertinggi di Jepang. Jika kami datang pada musim gugur, kamu harus bersabar karena

lalu lintas di jalan antara Nikko hingga Chūzenji mengalami kemacetan karena banyaknya pengunjung yang ingin menyaksikan warna-warni musim gugur. 




Minggu, 01 Juli 2018

Berendam cantik di onsen berbagai rasa

"Yunessun onsen" Hakone Japan


Hakone memang populer sebagai pusat pemandian air panas atau onsen yang berada di Jepang. Tiap tahunnya, wisatawan lokal dan mancanegara selalu mendatangi Hakone untuk menikmati kehangatan berendam di onsen. 

Menariknya, sebuah tempat spa bernama Yunessun Spa Resort menawarkan paket spa super unik. Yunessun Spa Resort menawarkan paket spa yang dianggap tak lazim! Bayangkan saja, mereka memiliki kolam spa yang berisi kopi, teh hijau, wine dan sake! Keberadaan spa unik ini menjadi daya tarik spa resort yang satu ini. Kapan lagi bisa berendam di dalam kolam wine yang biasanya hanya tersaji di atas meja makan?

Kopi, teh hijau, wine dan sake dipercaya memiliki khasiat luar biasa bagi kesehatan. Sehingga pihak resort yang satu ini memilihnya. Mungkin sebelumnya telah ada spa wine di belahan bumi lain. Namun,Yunessun Spa Resort merupakan yang terbesar di dunia.

Minasan akan menjumpai beberapa kolam yang memiliki 4 warna yaitu hitam, merah, hijau, dan warna susu. Kolam berwarna merah merupakan kolam yang telah diisi dengan wine. Di samping kolam terdapat botol wine berukuran 3,6 meter! Wine mengalir dari dalam botol tersebut, sehingga rasanya badan kita dituangi air wine saat berendam. Bahkan kita bisa menenggak segelas wine sembari berendam.

Anggur merah mengandung resveratol, sebuah antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan karena lingkungan, anggur merah segar dituangkan ke dalam kolam setiap hari. Mandi dalam kolam anggur merah juga dapat meremajakan tubuh, dan juga dikatakan bahwa Ratu Mesir, Cleopatra, sering melakukannya.




Selanjutnya kolam berwarna hijau, Sebuah teko setinggi 2m duduk di atas kolam renang kecil yang penuh dengan air teh dari teh yang ditanam di pegunungan Tanzawa dan Hakone Jepang. Teh hijau mengandung antioksidan yang disebut catechin yang melindungi sel-sel dan menjaga kulit tampak lebih muda juga meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan kulit, Spa teh tetap hangat di sekitar 42 derajat Celcius.

Kopi diseduh dengan air dari sumber air panas alami di Hakone, dan selalu dituangkan segar secara periodik sepanjang hari. Kafein dalam kopi bekerja untuk mengurangi bengkak kulit dan selulit. Aroma kopi juga berkhasiat menenangkan pikiran.

Sebuah tong besaran memancurkan sake segar kedalam kolam, di mana para pelanggan bisa mendapatkan keuntungan dari asam kojic dari anggur beras Jepang yang terkenal, yang bekerja untuk mengurangi penuaan dan bintik akibat paparan sinar matahari.

Yunessun juga menyediakan mandi cokelat dan mandi air asin yang kadar garamnya begitu tinggi sehingga pelanggan yang mandi berendam dapat mengapung, seperti di Laut Mati.


Keseruan kami, berselfie di yunessun onsen,,,